Welcome!

Saya Sovira, satu dari jutaan anak yang tersebar di dunia yang membuat blog ini untuk mengekspresikan berbagai pemikiran dan pengalamannya di dunia maya.
Selamat datang disini! Jangan ragu untuk melihat-lihat, komentar saya tunggu dengan suka cita.
The navigation is above, don’t be afraid to look around!

Tutorial: Menggambar Kue Cokelat menggunakan Adobe Illustrator CS6

Halo!

Belakangan ini banyak temen-temen yang tanya caranya gambar, atau coloring pake Adobe Illustrator (Ai). Memang aku kalo bikin komik atau ilustrasi suka pake Ai sih. Meski awalnya memang harus “adaptasi” dulu sama tools & shortcut-nya, tapi kalo sudah terbiasa jadi lancar kok.

Kali ini aku buat tutorial gambar kue cokelat, mulai dari 0 sampai selesai coloring. Kenapa kok kue cokelat?  Secara pribadi, aku suka gambar makanan, hehe. Kue termasuk kesukaanku, karena bentuknya yang variatif, jadi bisa eksplorasi berbagai bentuk & warna. So, langsung mulai aja yah!

Post-Blog

 

A. Menggambar sketsa

1. Kita mulai buka File > New… lalu atur ukuran canvas yang mau dipake. Aku biasanya atur ukuran canvasnya 1080 x 1080 px, resolusinya 300 dpi, karena itu ukuran yang optimal buat upload di Instagram, hehe. Color mode RGB ajah. Kalo mau dicetak bisa diganti CMYK.

2. Di window Layers, rename Layer 1 jadi “Sketsa”. Ga diganti juga gapapa sih. Tapi aku prefer diganti supaya kerjanya lebih rapi dan tertata.

1

3. Gunakan Paintbrush Tool atau shortcut (B) untuk menggambar sketsanya.

5

4. Yay! Sketsa kue kita sudah jadi!

 

B. Menggambar Outline

1. Buat layer baru, kasih nama “Gambar”. Atau ga diganti namanya juga gapapa kok. Opsional aja.

6

2. Gunakan Paintbrush Tool atau shortcut (B) untuk tracing sketsa yang sudah kita buat tadi.

7

3. Setelah outline kita jadi, Lock layer “Sketsa” dengan cara klik kiri kotak kosong di samping layer “Sketsa” sampai muncul icon gembok. Setelah ini dan seterusnya kita bakal kerja di layer “Gambar”

8

 

C. Merapikan Outline

1. Kalo outline kita agak berantakan karena banyak garis yang berpotongan, kita rapikan dulu ya. Pilih Select > All atau shortcut (Ctrl+A).

2. Lalu, gunakan Shape Builder Tool atau shortcut (Shift+M) untuk menghapus garis yang kelebihan dengan cara klik kiri sambil tahan (Alt).

9

3. Kalau sudah, sekarang layer “Sketsa” bisa kita set jadi Invisible dengan cara klik icon mata di samping tulisan layer “Sketsa” sampai icon matanya hilang.

D. Mewarnai Gambar (Warna Dasar)

1. Sekarang kita lanjut mewarnai outline yang sudah jadi. Pertama, pilih Select > All atau shortcut (Ctrl+A).

2. Pilih Object > Expand Appearance.

11

3. Lalu, pilih Object > Live Paint > Make atau shortcut (Alt+Ctrl+X).

4. Pilih Select > Deselect atau shortcut (Shift+Ctrl+A).

5. Gunakan tool Live Paint Bucket atau shortcut (K) untuk mewarnai dengan warna-warna dasar yang diinginkan.

12

E. Memberi Shadow dan Highlight

1. Pilih Select > All atau shortcut (Ctrl+A).

2. Pilih Object > Live Paint > Expand.

3. Pilih Select > Deselect atau shortcut (Shift+Ctrl+A).

4. Untuk memilih bagian mana yang akan diberi shadow, gunakan Direct Selection Tool atau shortcut (A).

5. Gunakan tool Knife (satu tempat dengan Eraser Tool) untuk membagi area-area yang akan diberi shadow.

13

6. Jika sudah selesai membagi semua area yang akan diberi shadow, pilih Select > All atau shortcut (Ctrl+A).

7. Pilih Object > Live Paint > Make atau shortcut (Alt+Ctrl+X).

8. Pilih Select > Deselect atau shortcut (Shift+Ctrl+A).

9. Gunakan tool Live Paint Bucket atau shortcut (K) untuk mewarnai area shadow dengan warna lebih gelap dari warna dasar.

14

10. Ulangi langkah 1 sampai 9 menggunakan warna lebih terang untuk mewarnai highlight.

11. Gambar kue cokelat kita sudah selesai!

16

Nah, sekarang gambar kue cokelat kita bisa di-save dan digunakan sesuai kebutuhan. Cara save-nya bisa dengan pilih File > Export… lalu pilih file extensionnya .png agar nantinya gambar kue kita bisa dipakai secara fleksibel untuk keperluan desain lain.

Kalau ingin upload foto kuenya langsung ke Instagram atau social media lain, bisa dengan pilih File > Save for Web… lalu pilih extension .jpg atau sesuai keinginan kalian!

Semoga tutorial kali ini berguna untuk teman-teman semua!

Untitled-1

Tips Foto dengan Pop-up Flash/Internal Flash

Hai!

Kebetulan baru minggu lalu aku beli lensa kamera baru, jadi belakangan keasikan foto-foto sana sini. Mulai dari makanan, minuman, temen, kucing peliharaan, sampai tanaman aja aku foto-fotoin semua saking excitednya sama lensa baru, hahaha.

Berhubung sekarang lagi musim hujan nih, cari pencahayaan yang bagus buat foto-foto jadi susah. Kalo aku pribadi dari jaman cupu-cupunya foto pake kamera HP, sampe sekarang akhirnya punya kamera DSLR sendiri, paling favorit ya memanfaatkan cahaya matahari buat sumber lighting karena hasilnya natural. Lah, kalo semusim cahaya mataharinya ketutupan awan mendung & hujan, gimana dong?

Aku punya tips gimana caranya foto-foto waktu mendung, atau di tempat remang-remang/gelap, dengan menggunakan flash internal alias pop-up flash, tapi tetap natural, dan tanpa diffuser. Tips ini berguna banget buat kalian yang hobi foto-foto, tapi dengan modal minim kaya aku gini, hehe.

So, langsung siapin aja peralatan yang diperlukan!

  • Kamera dengan pop-up flash atau internal flash
    Kalo aku pakai kamera Canon EOS 60D dengan lensa Canon 50mm f/1.8 II
  • Objek yang mau difoto
    Aku sih pakai kucing peliharaan aja, hehe
  • Cermin
    Cermin apapun bisa dipakai! Aku sendiri pakai cermin yang ada di compact powder Wardah 03 Ivory yang warnanya pas banget sama tone kulit wajahku (Lah?? Malah beauty review, hahaha). Keuntungan buat cewek nih yang pasti sering bawa bedak kemana-mana, cerminnya bisa dimanfaatin.
  • Teman buat jadi asisten foto-foto

Kalo udah siap, langsung aja kita mulai. Caranya gampang banget. Pertama, nyalain kamera, jangan lupa aktifkan pop-up flash-nya. Lalu, bidik objek seperti biasa. Ini memasuki bagian magisnya ya. Suruh teman kalian buat megangin cermin di depan flash dengan posisi cermin miring ke atas.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kaya gini ya😀

Sekarang udah paham kan, apa fungsi dari cermin tadi? Ya, jadi cermin yang kita siapin tadi berperan sebagai reflektor cahaya dari pop-up flash. Kalau kita langsung pakai pop-up flash buat jadi sumber cahaya, hasil foto kita bakal unflattering, nggak natural, muncul bayangan keras di sekeliling objek, over-exposured, tekstur objek hilang, bahkan kalo objek foto kita berupa manusia, bisa muncul red-eye, atau jidat orang yang kita foto kelihatan mengkilap berminyak gitu, ewh. Enggak banget, kan?

IMG_0225

Kucingnya terang, tapi backgroundnya gelap, tekstur bulunya hilang, nggak natural

Tapi kalo kita pantulin cahaya dari pop-up flash, pencahayaan bakal merata karena cahayanya dipantulin ke langit-langit ruangan dan dinding, jadi ketika cahaya jatuh ke objek, hasilnya bakal kelihatan natural. Trik ini bisa bekerja maksimal kalo kita foto-foto di dalam ruangan.

IMG_0226

Cahaya merata, tekstur bulu kucingnya kelihatan natural, bayangan pun alami, aman dari noise karena ISO nggak terlalu tinggi

Nah, dengan trik pop-up flash + cermin ini, kita bisa foto-foto di waktu mendung, atau di tempat tanpa pencahayaan bagus, tanpa harus menghasilkan foto yang nggak natural dengan direct flash light, tanpa harus beli diffuser, tanpa harus mengorbankan kualitas foto dengan naikin ISO yang bakal munculin noise dimana-mana.

IMG_0228

Noise muncul di tembok + tempat-tempat gelap

Ini comparison antara semua fotonya.

compare

Gimana? Trik yang kelihatannya sederhana dan murah ternyata bisa bikin perubahan yang signifikan loh. Hasil foto-foto kita juga bisa lebih bagus kualitasnya. Nggak ada lagi alasan ga bisa foto-foto seru cuma gara-gara musim hujan nih, hehehe.

Jadi begitulah tips dari aku. Semoga bisa berguna buat kalian semua, ya! Thanks for reading, see you on the next post!

— Sovira Maris

 

 

Cara Sederhana untuk Eksis di Dunia Maya

Bermula dari pertanyaan seorang kawan di ask.fm pagi ini.

Eksis? EKSIS??

Eksis? EKSIS??

Begitu baca pertanyaan itu, aku langsung terheran-heran. Memangnya aku eksis? Maksudnya eksis kaya gimana? Continue reading

5 Pertanyaan Basa-Basi yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa FK (dari orang-orang di luar FK)

Halo, pembaca! Sekian bulan lama ga nulis, akhirnya aku nulis postingan lagi. Kabar terbaru, aku sekarang sudah masuk semester IV jadi mahasiswa FK. Gak penting. Dari detik awal masuk FK, sampai masuk semester ini, berbagai macam pertanyaan tentang dunia FK sudah cukup banyak terlahap, baik dari pengalamanku sendiri, maupun dari cerita-cerita temen.

Kali ini aku mengurutkan lima pertanyaan buat basa-basi yang paling sering diterima sebagai mahasiswa FK, entah itu pertanyaan dari temen sekolah, saudara, bapak-bapak yang ketemu di kereta, bahkan mas-mas di tempat fotokopian. Mungkin bentuk pertanyaannya beda-beda, tapi secara garis besar, inilah pertanyaan yang sering jadi bahan basa-basi buat anak FK. Continue reading

Aku dan Kereta Malam

Setelah tiga minggu menetap di jember dan mulai diserang penyakit rumahan (homesick), akhirnya aku weekend ini bisa pulang juga. Sebenernya setiap Sabtu aku libur, jadi selesai kuliah hari Jumat bisa langsung pulang. Tapi, mulai minggu ini ada latihan rutin PSM jam 7.00 malam. Nah, kalau mau pulang Sabtu pagi, nanggung banget, udah kebelet pulang. Jadi aku mutusin buat pulang Sabtu dini hari, jadi sampai rumah subuh, paginya bisa leyeh-leyeh. Tapi ternyata perjalanan pulang itu tidak semulus yang aku bayangkan.

Gimana ceritanya?

Valentine Day? Kan Haram?

Dari semalem, di twitter udah pada rame ngomongin hari ini. Bukan Kamisnya, tapi 14 Februarinya. Dari yang pamer mau nge-date sama pacar, berandai-andai dikasih cokelat sama gebetan (tapi kalo disuruh ngasih ga mau. Hih!), sampe yang bingung gara-gara masih jomblo dan temen-temennya udah punya rencana masing-masing sama pacar. Sebenernya ada apa sih?

Ada apa ya?

Hari #4

Tuhan, seharusnya perbedaan tidak menjadi alasan rasa sakit untuk hadir di hati kami, bukan?