Welcome!

Aku Sovira, satu dari jutaan anak yang tersebar di dunia yang membuat blog ini karna ingin mengekspresikan hari-harinya di dunia maya.
Jadi, selamat datang disini! Silahkan liat-liat & jangan lupa kasih comment!!

Rapotan Semester 4, XI Akselerasi, SMAN 1 Sidoarjo

Sedikit curhat di awal bulan. Kemarin, (sebenernya 3 hari yang lalu sih) kelasku tersayang, XI-PPB alias 11 akselerasi SMAN 1 Sidoarjo, habis rapotan semester 4. Gimana perasaanku? Deg-degan kah? Enggak. Nggak tau kenapa pas detik-detik penerimaan rapot itu aku merasa biasa aja. Apalagi pas hari H, ternyata yang ngambil rapot cuma wali murid. Anak-anak pada nggak diikutin ngambil rapot kayak biasanya. Alhasil semua anak di kelasku berubah 100% jadi pengangguran berseragam putih abu-abu.

Lalu, sebagai anak-anak dengan otak yang luar biasa dan jiwa luar biasa, apa yang kami lakukan di jam-jam luang saat itu? Belajar? Salah besar. Kami rujakan.

Iya, rujakan. Jadi, beberapa dari kami sudah nyiapin mangga, nanas, timun, apel, sampe sambel-sambelnya pun lengkap. Krupuk pun sudah siap buat jadi bahan rebutan satu kelas. Ada juga yang nyiapin makaroni schotel dari rumah. Pokoknya rasanya bahagia banget laah.. *nangis haru*

Sayangnya, aku cuma kebagian krupuk 2 biji setelah menanti pembukaan acara rujakan itu dengan sabar. Rasanya.. menyesakkan.

Terus, terus, gimana isi rapotku?

Alhamdulillah, rata-rata masih wajar dibilang bagus. Ada beberapa nilai mata pelajaran yang turun, ada pula yang naik. Nilai PKnku naik dari 83 jadi 89, Bahasa Inggris naik dari 89 jadi 91, Matematika naik dari 77 jadi 82, TIK naik dari 87 jadi 94. Dan sepertinya ini juga karena faktor pergantian guru juga sih. Hehehe…

Tapi sayangnya nilai yang turun juga ada. Contohnya Bahasa Jepang, Mulok, dan Seni Rupa. Jujur aja, aku paling eman sama nilai keseniaaaan.. Dari yang semester lalu 97, semester ini jadi 86. Ya, 86. Turun 11 poin itu mengenaskan banget nggak siiiih.. Dan ini kelihatannya dari faktor guru juga. Nggak pas memang, dari guru yang dermawan dalam memberikan nilai langsung ganti ke guru yang jual nilai semahal Porsche. Emang nggak semahal gitu sih, tapi tetep aja meraih nilai 90 dari guru itu susahnya kayak.. kayak berusaha meraih nilai 90 dari guru yang jual nilai semahal Porsche!

Tapi, aku qana’ah aja. Syukur-syukur lah rata-rata nilai meningkat dibanding semester lalu, meski cuman se-uprit, setidaknya nggak ada rata-rata nilai yang turun tiap semesternya. Dan semester ini, semester penentuan dimana grafik nilaiku bakal dipertimbangkan buat lolos SNMPTN jalur undangan nantinya. Memang kata guruku masuk jalur undangan itu untung-untungan aja, tapi berusaha nggak ada salahnya, kan?

Dan yang paling penting, sekarang aku resmi menjadi murid kelas 12. Which means, aku sudah nggak bisa sesantai semester lalu lagi. Santai sih bisa, tapi nggak begitu dianjurkan. Secara, tahun depan, yang udah nggak bisa dihitung tahun lagi, aku harus meluluskan diri dari sekolah tercinta ini, SMAN 1 Sidoarjo. UNAS, SNMPTN, dan ujian-ujian buat masuk PT sudah bersanding di depan mata, menanti untuk ditaklukkan. Siap ataupun nggak siap, tapi aku sudah pasti bakal menemui mereka dalam beberapa bulan ke depan. Aku memohon doa pada semua orang yang pernah membaca kalimat ini. Doakan saya sukses menjalani semua ini. Amiiin….

Ngomong-ngomong, hari penerimaan rapot kemarin, aku juga nerima hasil tes psikologi beberapa minggu sebelumnya. Dan, bukan sulap bukan sihir, ternyata IQku naik dari hasil terakhir tes (tes masuk aksel tahun lalu) yang 151, kemarin di lembar laporan itu IQku 160. (Jujur saja, sebenernya bagiku IQ itu nggak begitu berguna di kehidupan ini. Huahaha) Daaan, aku dianjurkan buat masuk ke Perpajakan STAN atau Pendidikan Dokter Unair. Entahlah, aku masih bingung buat milih jalan yang akan kutempuh tahun depan.

Orang-orang di sekitarku(ex. ayah, pak dhe) memang menginginkan aku masuk ke kedokteran. Dan aku nggak masalah buat ngikut keinginan mereka. Lagian tujuanku satu, membahagiakan orang-orang di sekitarku. Tapi, yang paling aku takutkan: Nggak keterima.

Aku benci mengecewakan orang lain. Aku benci ngasih harapan buat mereka, tapi ternyata nggak kesampaian. Entah, aku kadang masih ragu sama kapasitasku. Membayangkan berapa jumlah sainganku di luar sana buat masuk PT itu udah lumayan bikin merinding. Apalagi ke kedokteran. Aku kadang heran kenapa orang-orang mengharapkan aku buat masuk ke jurusan yang peminatnya selangit dibanding ke jurusan yang meyakinkan bagiku untuk diterima.

Memang semua jurusan-jurusan yang bertebaran di PT-PT di Indonesia (juga seluruh dunia) itu saingannya nggak sedikit, dan kalau aku mau maju, aku harus berani menghadapi rintangan, kan? Dengan begitu, aku akan berusaha semampuku, tidak. Aku harus berusaha melebihi kemampuanku, agar bisa masuk ke ruang-ruang dengan pembimbing yang mengajarkan pendidikan dokter disana dan menjadi salah satu dari mahasiswa-mahasiswa bertitelkan kedokteran di punggungnya. Doakaaan :D

Pacaran, Status atau Hubungan?

Kali ini, aku akan membahas soal pacaran. Pacaran itu sudah bukan hal asing yang jarang ditemui apalagi di kalangan orang-orang berseragam yang sudah nggak bisa disebut anak kecil lagi, tapi dibilang dewasa juga belum.

Di usia-usia sepantaranku, pacaran itu bukan hal yang tidak lazim lagi. Maklum saja, sebagai remaja normal, jatuh cinta itu tidak bisa dihindari. Entah itu cinta sekedar cinta monyet ataupun cinta-cintaan. Nah, dari alasan ‘cinta’ inilah, biasanya muda-mudi ini melabelkan suatu hubungan pertemanan khusus yang istilahnya pacaran.

Kalau ditelisik lebih lanjut, sebenarnya pacaran itu sebuah hubungan atau sekedar ‘status’ belaka?

Umumnya, di kalangan remaja untuk bisa masuk dalam status pacaran, kedua belah pihak yang bersangkutan harus menetapkan suatu pernyataan yang memperjelas bahwa mereka ‘berpacaran’. Misal:

A: Aku cinta kamu. Maukah kamu menjadi pacarku?

B: Aku juga cinta kamu. Iya, aku mau jadi pacarmu.

A: Jadi, kita pacaran nih?

B: Iya, kita pacaran.

Dan jeng jeeeng, jadilah. Kejadian seperti itu  umumnya disebut “penembakan”. Dan prosesi itu paling normal diawali dari pihak cowok. Memang sudah kodratnya cowok itu mengejar dan mendapatkan. Tapi, tidak semua cowok memiliki nyali untuk menembak cewek idamannya.

Alasan: Takut ditolak.

Apalagi, kebanyakan cewek yang ditembak oleh orang yang tidak diharapkan, ujung-ujungnya menjauh dan muncul sedikit rasa ilfeel. Contohnya saya. Hehehe…

Cowok mana sih yang ingin hubungan pertemanan dengan cewek yang disukainya kandas begitu saja setelah menyatakan perasaannya? Sayang bukan? Eman, kan?

Lagipula, kalau misalnya seorang cowok dan seorang cewek memiliki perasaan yang sama, merasa nyaman satu sama lain, tidak ada orang kedua pada masing-masing hati mereka, dan gaya berteman mereka sudah seperti orang yang pacaran, lalu apakah mereka tidak bisa disebut pacaran? Meskipun tidak ada proses ‘peresmian’, tetap saja mereka bisa disebut pacaran. Meskipun tidak pakai embel-embel status pacaran, tetap saja mereka sudah pacaran. Istilah “hubungan tanpa status” pun menjadi sebuah mitos.

Kalaupun salah satu pihak tidak merasa sedang berpacaran, tentu saja ia akan lebih menahan hubungan mereka sebagai sekedar teman saja.

Berarti, berpacaran tanpa mendeklarasikan status itu sah-sah saja, bukan? Asalkan masing-masing pihak benar-benar memahami perasaan satu sama lain dan saling menjaga ‘komitmen’ di antara mereka.

Akan tetapi, hubungan seperti itu tanpa peresmian status juga dapat saja berbahaya.

Misal, seorang cowok dan cewek saling berteman. Sang cewek memiliki perasaan pada si cowok. Si cowok merasakan getaran-getaran perasaan dari si cewek. Meskipun ia tidak memiliki perasaan yang sama seperti sang cewek, ia berteman dengan sang cewek dengan gaya “lebih dari teman”. Karena sang cewek tidak mungkin menyatakan perasaannya, dia mengira si cowok itu juga menyukainya. Ia pun menganggap mereka berdua pacaran.

Tidak tahunya, si cowok sudah menyukai perempuan lain. Dia menembak perempuan itu dan kebetulan diterima. Si cowok pun meninggalkan sang cewek tadi tanpa rasa bersalah. Sebab, dia kan tidak pernah menganggap adanya hubungan khusus di antara mereka berdua. Kalau seperti itu, tentu sang cewek yang dirugikan, kan?

Pada akhirnya, soal penting-tidak pentingnya status dalam sebuah hubungan bergantung pada karakteristik setiap orang. Kalau sudah serius dan saling mempercayai satu sama lain, tentu saja label “pacaran” itu tidak perlu dipamer-pamerkan.

Tetapi penting juga mewaspadai orang yang berkemungkinan besar hanya mengambil keuntungan dari hubungan pertemanan “lebih dari teman” yang tidak terikat oleh status. Sebab, orang-orang tidak bertanggung jawab masih banyak yang berkeliaran bebas di planet ini.

Jadi, demi keamanan, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu hubungan yang sedang berjalan di antara anda dan teman yang anda anggap pacar agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Satu Tahun di SMAN 1 Sidoarjo

Di postingan kali ini, aku mau curhat-curhat dikit. Hehehe…

Nggak kerasa sudah 1 tahun aku menjalani kehidupan di SMAN 1 Sidoarjo. Yap, berarti waktuku disini buat menemui UN dan SNMPTN tinggal 1 tahun lagi. Itu sih hitungan kasarnya, kalo dihitung halus sih ya ga sampe 1 tahun. UN kan bukan di pertengahan tahun. Jadi sekitar 8-9 bulanan lah waktu yang tersedia buat semua persiapan UN. Kalo di sekolah doang mungkin ga sampe 8 bulan. Soalnya belum diitung libur puasa, libur tahun baru, libur hari minggu, hari ulang tahun (emang ngaruh ya?), belum lagi ujian sekolah + ujian praktek. Aku mikir, apa aku mampu? Pasti mampu dong. :)

Trus trus, 1 tahun aku SMAN 1 Sidoarjo ini, berarti juga adik kelas baruuuu..! :D Sebenernya aku nggak enak nyebut adik kelas. Secara anak-anak baru yang bakal menduduki kursi kelas 10 taun ini kan temen-temen seangkatanku dulu. Tapi emang ada anak-anak dari adik kelas aksel SMP juga sih. :P Ah, nggak penting hehe

Ngomong-ngomong, aku agak sedih & kecewa lihat pengumuman hasil seleksi PSB SMAN 1 Sidoarjo 2011/2012 alias tahun ini. Kenapa? Unfair. Nggak adil menurutku. Aku nggak berniat njelek-njelekin sekolah ya, aku cuma mencurahkan isi hati ini. Kan daripada memendam perasaan, mending langsung disemaikan. Ya nggak? hehehe..

Jadi, aslinya pertama kali liat pengumumannya di web SMAN 1 Sidoarjo sih perasaanku seneng banget tau siapa aja yang bakalan aku temui lagi tahun ajaran depan. Di pikiranku, “Yeee, ntar ketemu anak ini!” atau “Lho, ini juga keterima? Yee pasti seru deh ketemu lagi!” atau “Ini siapa ya gak kenal.” atau “Ini anak ngapain masuk sini, ngerusak pemandangan aja deh.” daaan pastinya ada ekspresi “HAH? Masa anak ini nggak keterima sih? Perasaan anak ini pinter banget, organisasinya juga aktif banget.“. Tapi yang paling sedih itu ekspresi ini: “Yaah.. Sahabatku nggak keterima Smanis..” Meskipun aku tau kalo dia jelas-jelas nggak daftar smanis.

Dan anehnya lagi, pas aku ngeliat daftar nama anak-anak yang keterima seleksi PSB SMAN 1 Sidoarjo 2011/2012, aku heran, kenapa nggak ada nilai hasil tesnya? Lah berarti ini nggak ada rankingnya? Trus aku liat-liat lagi. Ternyata listing nama anak-anaknya itu diurutin berdasarkan nomor urut. Iyap, nomor urut, readers. Kenapa aku ngerasa kecewa? Ya iyalah, wong pas tahunku dulu pengumuman hasil seleksinya dicantumin ranking, nilai hasil tes, sama sekolah asal. Tapi kenapa tahun ini kayak gini?

Trus lagi, aku paling heran, kenapa di daftar itu, jumlah anak yang keterima ada 296 anak? Padahal aku baca di koran kalo tahun ini SMAN 1 Sidoarjo menyediakan 288 pagu. Kalo yang diterima 296 anak, padahal kursinya seharusnya cuma 288 buah, lah trus 8 anak yang entah dateng dari planet mana ini bakalan duduk dimana? Di lantai? Nggak ding, gak mungkin aku mikir kayak gitu. Yang di pikiranku cuman, 8 anak ini bisa masuk lewat mana? Wallahua’lam.

Dan ini menjelaskan dengan sangat jelas sekali mengapa nilai hasil tes PSB tidak dicantumkan.

Udah, cukuplah ngomongin PSB sekolahku. Sekarang aku mau curhat soal sahabatku.

Baru beberapa hari yang lalu aku di sms sahabatku, Aswindha Nasrullah alias Iin. (Jujur aja, ini temenku yang namanya paling sering mejeng di blogku. Huahahaha :lol: ) Dia itu sahabatku dari SD. Udah lama banget lah. Jadi, kelas 1 SD itu aku sekelas sama dia. Kita juga satu antar jemput, jadi tiap pulang sekolah mesti ketemu. Trus lama-lama kita jadi akrab deh. Tapi kelas 2 kita pisah kelas. Sedih? enggak, soalnya kelas 3 sampe kelas 6 kita sekelas terus. :D

Tapi aku sedih lagi soalnya SMP kita pisah sekolah. Aku masuk di SMPN 1 Sidoarjo, jalur RSBI yang dianya nggak daftar. Dia masuk SMPN 5 Sidoarjo. Dua tahun, aku masuk SMAN 1 Sidoarjo, yap, sekolahku detik ini. Aku nunggu dia disini selama satu tahun. (Ceileh, dramatis)

Tapi kenyataan berkata lain. Dia bilang dia nggak mungkin masuk SMAN 1 Sidoarjo. Selain gara-gara biayanya mahal, pesimis juga sama kemampuannya. Arrgh dasar sekolah RSBI. Ya udah, mungkin dia daftar sekolah lain di Sidoarjo. Tapi lagi-lagi kenyataan berkata lain. Beberapa hari yang lalu, dia sms aku. Dia pamit mau pindah ke Makassar. Lho, kenapa?? Dia bilang dia nggak bisa sekolah disini. Keliatannya sih gara-gara tahun ini PSB sekolah negeri di Sidoarjo nggak pake tes, tapi cuma lihat danem UN. Apalagi danem Sidoarjo tahun ini pada tinggi-tinggi. 36 koma pun udah kayak sampah tahun ini. (Sumpah aku nyesek, soalnya danemku taun lalu cuman 36,45 yang itu udah aku anggep bagus banget :cry: )

Ya udah, aku merelakan dia pergi. Tapi dia bilang dia mau main dulu ke rumahku, buat pamit, pertemuan terakhir bulan ini. Oke aku nunggu dia. Huhuhuhuuu.. Jujur deh pas baca smsnya itu aku nuangis. Ditinggal sahabat itu hal paling menyedihkan di dunia ini setelah ditinggal keluarga dan ditinggalkan Allah SWT. Dan lebih sedihnya lagi, aku nungguin dia sampe malem ternyata dia bilang nggak sempet ketemu aku. Trus aku tanya dia berangkatnya kapan, mungkin aja aku bisa ke rumahnya. Dia bilang besok subuh. Ba-dum. Aku bingung. Aku nggak mungkin keluar malem-malem apalagi subuh-subuh kecuali ke masjid.

Dan akhinya aku melepasnya berangkat ke Makassar tanpa tatap muka dulu. Huaaaaa suedih pol-polan wes. Tapi dia janji dia bakalan sering main ke Sidoarjo. :)

So, sekarang ngomongin apaan yaa? Aku akhir-akhir ini males mikir banyak. Mumpung liburan. Huahaha.. Liburan ini kerjaanku cuman tidur tidur dan tidur. Ya nggak terus-terusan sih tapi kalo diitung-itung emang aku banyakan tidurnya daripada bangunnya. Gak takut tambah gendut? Ya takut laah.. Bukan takut lagi, ini aja udah keliatan nggendutnya. Tapi aku mesti mikir, ah ntar masuk sekolah lagi pasti kurus lagi. :P

Tapi serius deh, aku beneran lebih seneng tidur. Kalo tidur itu rasanya hidup lebih indah. Bukan cuma gara-gara mimpi lebih indah dari kenyataan lho, itu udah mutlak. Tapi ada orang yang punya insomnia parah sampe bertahun-tahun nggak tidur. Apa nggak menderita hidup kaya gitu? Makanya itu, aku berprinsip, tidurlah sebelum anda tidak bisa tidur. Tapi lihat waktu dan keadaan, tidur ya pas liburan gini. Jangan tidur pas pelajaran fisika. (pengalaman pribadi :lol: )

Ya udah lah, postingan ini makin nggak jelas dan sepertinya harus diakhiri. Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

P.S. Buat temen-temen yang barusan masuk SMAN 1 Sidoarjo, sekali lagi selamat yaa.. Tak doakan kalian bahagia sekolah disini. :grin: Buat yang nggak masuk Smanis, sesungguhnya Allah SWT sangat-sangat menyayangi kalian dengan memberikan sekolah lain selain Smanis untuk kalian. :)

Dampak Globalisasi di Indonesia (Bidang Teknologi dan Komunikasi)

Globalisasi

Globalisasi

Pengaruh globalisasi di Indonesia tidak dapat hanya dilihat dari satu sudut pandang saja, karena selain dampak positif yang muncul dari globalisasi, juga ada dampak negatif di samping keuntungan-keuntungan yang kita dapat dari globalisasi.

Kali ini mari kita lihat dari segi teknologi dan komunikasi. Globalisasi membawa kemajuan di bidang teknologi dan komunikasi yang cukup baik di Indonesia. Dulu, komunikasi di indonesia masih sangat tradisional. Untuk bisa menyampaikan informasi dari satu tempat ke tempat lain, dibutuhkan waktu berhari-hari. Ya, sebelum maraknya telepon selular dan internet, masyarakat Indonesia masih menggunakan jasa pengiriman surat. Namun, karena adanya globalisasi, kini informasi dapat kita peroleh dengan mudah dan cepat. Untuk apa berkirim surat kalau kita bisa berbicara langsung dengan saudara lewat chatting internet? Perkembangan yang bagus bukan?

Tapi, di samping keuntungan dari kemajuan teknologi akibat globalisasi, komunikasi dan budaya di Indonesia semakin mengalami kemunduran. Coba kita tengok anak-anak muda jaman sekarang. Hampir semua anak-anak remaja di Indonesia memiliki handphone. Dan kebutuhan akan handphone bagi remaja Indonesia sudah nyaris menjadi kebutuhan primer. Kemana saja tujuan mereka pasti tersimpan handphone di saku atau tasnya. Kadangkala mereka tidak menyimpannya, justru menggenggamnya dengan jempolnya ber-sms ria dengan temannya.

Belum lagi mereka yang menggunakan handphone yang sedang trend akhir-akhir ini. Yaitu handphone merk Black Berry atau lebih mudahnya disebut BB. Tiap menit BB mereka selalu berbunyi, baik mereka sedang di rumah maupun sedang berjalan-jalan bersama keluarga. Saking asyiknya membalas BBM dari temannya yang berada hitungan kilometer dari mereka, mereka tidak sadar kalau sedang mengabaikan acara bersama keluarganya. Ya, chatting berasa lebih seru ketimbang ngobrol bersama saudara. Alhasil hubungan mereka dengan keluarga mereka menjadi lebih renggang.

Itulah dampak negatif dari kemajuan teknologi akibat globalisasi. Teknologi mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Seharusnya kita sebagai generasi muda Indonesia dapat memerhatikan dampak globalisasi lebih cermat. Mengikuti kemajuan teknologi tidaklah salah, tapi kita harus tetap menjaga etika dan budaya sebagai masyarakat Indonesia agar kita tidak terkena dampak negatif dari globalisasi. Jangan sampai kita ketinggalan zaman, tapi juga berikan perhatian terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Mari kita bangun generasi Indonesia yang maju dan berbudaya! :D

Budaya Menyontek saat Ulangan = Bibit Koruptor di Masa Depan

Setelah sekian bulan aku nggak buka blog ini, akhirnya aku pun sadar bahwa blog ini nggak pernah di update. (ya iyalah) Lah mau gimana lagi, akhir-akhir ini aku lagi sibuk banget ngurusi sekolah. Entah itu tugas, ulangan, maupun remidi.

Ngomong-ngomong, semenjak aku mulai masuk semester 2, aku jadi sering kena remidi lhoo.. Remidi fisika & PKn sih masih wajar, tapi herannya aku jadi sering kena remidi kimia sama biologi juga. Apa jangan-jangan ini pertanda bahwa aku tidak pantas untuk menjadi…. guru biologi? *jduer*

Jujur ya, aku udah bener belajar sebelum ulangan meskipun itu cuma SKS (Sistem Kebut Sehari, lebih mujarab daripada Sistem Kebut Semalam) . Jadi mestinya sih aku bisa nggak remidi tapi mau gimana lagi, memang sudah takdir Sang Ilahi bahwa aku harus remidi. :(

Tapi aku mulai bingung ketika semakin banyak ulangan dan remidi yang kuhadapi, semakin sedikit jumlah anak yang ikut remidi bersamaku. cari temen maksudnya Aku jadi mulai penasaran apa yang menyebabkan aku yang belajar keras setiap mau ulangan hari jadi kalah oleh teman-temanku yang lain.

Dan setelah aku analisis dengan membandingkan data-data dari pola belajar, tingkah keseharian, dan proses sosialisasi diri saya sendiri dengan milik teman-teman sekelas saya, saya dapat menyimpulkan bahwa saya selalu remidi gara-gara saya tidak pernah menyontek sewaktu ulangan. Kok bisa gitu?

Coba kita tengok salah satu prinsip yang universal dan tidak asing berikut:

Orang yang memanfaatkan setiap kesempatan yang ada akan mendapat keuntungan lebih besar daripada mereka yang membiarkan kesempatan itu lewat begitu saja.

Sekilas memang prinsip tersebut sangat bijak dan cerdas. Baik dari kata-katanya maupun aplikasinya, memang tidak dapat dibilang salah, meskipun penerapan prinsip tersebut sering disalahgunakan orang, termasuk di kalangan pelajar. Disini, orang yang memanfaatkan kesempatan adalah pelajar, sedangkan kesempatan itu sendiri adalah ‘kesempatan’ dimana kita mendapat suatu waktu yang berharga untuk melakukan tindakan tak terpuji pada waktu ulangan.

Yap, misalnya waktu guru pengawas sedang ngantuk-ngantuknya sehingga tidak konsentrasi menjaga ulangan, atau guru menerima panggilan Tuhan di telepon genggamnya sehingga perhatiannya teralihkan dari murid yang sedang ulangan menuju lawan bicara di teleponnya. Atau ketika guru sedang sangat sangat sibuk sehingga saat ulangan tidak ada seorangpun yang menjaga ketertiban ulangan sehingga kesempatan mencontek itu menjadi sangat besar hingga lebih dari 80% waktu ulangan.

Bagi pelajar yang memegang teguh prinsip pemanfaatan kesempatan di atas, pastinya ia tidak akan membuang waktunya untuk bersusah payah mengerjakan ulangannya sendiri. Tinggal toleh kanan toleh kiri, semua soal pun terjawab. Atau lebih ekstrimnya, buka buku yang sudah disiapkan di laci bangku, dan jawaban lengkaplah sudah.

Cara praktis tersebut cocok sekali bagi pelajar yang berpikiran praktis, bahkan saking praktisnya, usaha dalam menggapai nilai bagus pada ulangan tersebut hampir tidak ada. Sedangkan untuk kita yang tidak ingin mendapat nilai ‘murahan’ macam begitu?

Meskipun kesempatan untuk berbuat perbuatan tak terpuji itu datang dan sangat besar jumlahnya, tidak sempat terlintas di pikiran untuk mencontek. Alasannya macam-macam memang. Ada yang takut dosa, ada yang tidak sempat berpikir untuk mencontek karena pikiran sudah terpakai untuk mengerjakan soal ulangan, ada yang takut mendapat image ‘tukang nyontek’, bahkan ada yang saking sibuknya merenungi soal yang tidak dapat dijawab sehingga waktu habis dan tidak sempat berpikiran untuk menyontek.

Bagi anda yang menjawab alasan pertama, selamat karena anda masih ingat Tuhan meskipun di keadaan genting seperti itu. Namun bagi anda yang menjawab alasan terakhir, anda memang tidak cerdas. alias bodoh :)

Lalu, apakah dapat disimpulkan bahwa menyontek adalah jalan terbaik untuk mendapat nilai bagus? Bukankah Jujur itu Mujur? Tapi mengapa saya malah Jujur itu Ajur (hancur. hancur karena jujur tapi malah remidi)? abaikan

Kalau kamu memilih menyontek untuk mendapat nilai bagus, lalu apa bedanya kamu dengan koruptor?
Ya beda lah, koruptor kan nyolong duit, eh aku kan berusaha buat cari nilai.

Berdasar hasil yang didapatkan memang beda, tapi apa prinsipnya nggak sama? Menyontek itu mengambil jawaban teman untuk mendapat nilai bagus. Korupsi itu mengambil uang rakyat untuk mendapat kekayaan. Jadi sama aja prinsip nyontek sama korupsi.
Eh, tapi kan nyontek cuma sekarang, ntar pas gede nggak korupsi kok.

Kata siapa? Justru dengan terbiasanya kita akan prinsip menyontek tersebut, semakin mudah kita melakukan hal lain dengan prinsip yang sama. Jadi, maaf bagi anda yang menyontek saat ulangan tapi meneriakkan kata anti-koruptor. Justru andalah orang yang akan melanjutkan kegiatan orang-orang yang ‘kata anda’ anda benci.

Apa kamu mau menjadi calon koruptor yang nantinya dibenci orang banyak seperti kamu membenci para koruptor tersebut? Jika tidak, maka tinggalkanlah budaya menyontek. Daripada bertanya saat ulangan, mengapa tidak bertanya sebelum ulangan? Padahal kesempatan untuk bertanya dengan halal itu tersedia banyak, asalkan anda memang berniat untuk mengerjakan ulangan itu dengan jujur.

Tetapi kalau kamu mengalami Jujur tapi Ajur, berarti kamu nggak beda jauh sama aku. Meski jujur dengan mengharap bantuan dari Allah swt, tetapi pada akhirnya tetap saja remidi. Yah, bagaimanapun…

Sejujur-jujur tupai melompat, pasti akhirnya jatuh juga.
-unknown-

Hehe, peace. :P Tapi aku janji, aku bakal lebih rajin belajar di semester depan, dan semoga nilai-nilaiku kembali naik lagi seperti semester 1 yang lalu. Amiin…

Ngomong-ngomong, aku nulis gini gara-gara nggak sabar nungguin pembagian rapor semester ini. Gila ah, masa ditunda sampe 2 minggu dari jadwal aslinya. Dasar orang Indonesia, semakin hari semakin ngaret. Lama-lama bisa muncul prinsip baru buat seluruh orang Indonesia kalo orangnya kayak gini terus.

Orang Indonesia selalu terlambat di setiap aktivitas, kecuali satu, yaitu waktu berbuka puasa.

Happy New Year 2011!

tahun baru 2011

Semoga di tahun yang baru ini kita dilimpahkan kesuksesan dan kebahagiaan oleh Allah Swt. Amiiin…

Internet

Internet

Internet merupakan jaringan rangkaian komputer (networking) dengan rangkaian komputer lain di seluruh dunia. Internet berguna untuk kita berkomunikasi dan bertukar informasi, file, data, suara, gambar dan sebagainya antara individu dan manusia diseluruh dunia.

Dengan Internet, kita dapat…

  • Browsing/Surfing
    Browsing berarti menjelajah dan surfing berarti berselancar. Di internet istilah ini berarti menjelajah dunia maya atau web guna mencari informasi.
  • Email (Electronic Mail)
    Email adalah layanan pengiriman surat secara elektronik. Web yang menyediakan layanan email gratis misalnya Yahoo! mail atau Gmail.
  • Teleconference
    Teleconference adalah layanan pengembangan dari chatting yang dapat digunakan untuk berbincang-bincang dengan cara yang kompleks yaitu mulai dari suara hingga gambar, seolah-olah kita dapat langsung berhadapan dengan lawan bicara. Layanan ini biasa digunakan untuk rapat atau pertemuan jarak jauh.
  • Dan lain-lain. Hehe :mrgreen:

Internet saat pertama kali dibuat dulu tidak seperti internet jaman sekarang yang kita pakai sehari-hari. Dulu, internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Dephan AS di tahun 1969 melalui proyek ARPANET, tujuannya untuk keperluan militer, untuk menyebarkan jaringan komputer dengan menghubungkan komputer di daerah vital untuk mengatasi kehancuran data jika informasi dipusatkan di satu daerah saja.

Namun sekarang, tidak hanya pihak militer saja yang menggunakan internet, namun hampir semua kalangan, baik dari pemerintah, perusahaan, pekerja, pelajar, maupun umum. Fungsi internet pun sekarang sudah berkembang, menjadi alat untuk berkomunikasi, mencari dan menyediakan informasi, bahkan promosi.

Untuk dapat menghubungkan diri kita dengan internet, kita memerlukan hardware sebagai berikut:

monitor, keyboard, CPU, mouse, speaker

Perangkat Komputer

  1. Komputer
    Komputer adalah perangkat utama untuk mengakses internet. Spesifikasi computer yang digunakan dan koneksi melalui ISP sangat menentukan cepat atau lambatnya proses kinerja dalam mengakses internet.
    Adapun spesifikasi computer yang digunakan antara lain sebagai berikut: 

    • Processor minimal pentium III 500Mhz
    • RAM (Random Access Memory) minimal 64MB
    • Hardisk minimal 10GB
    • VGA card minimal 4MB
  2. modem smart

  3. Modem
    Modem yaitu perangkat yang bertugas untuk menukar data dari bentuk digital ke analog dan sebaliknya.
    Berbagai jenis modem antara lain: 

    • Dial up = Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon. Max kecepatan 56Kbps.
    • Broadband = Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan kabel tv, dengan menggunakan modem broadband. Kecepatan mulai dari 64Kbps – 256Kbps.
    • ADSL = Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon juga. Namun ADSL menggunakan teknologi yang lebih modern. Kecepatan mencapai 512Kbps.
    • HANDPHONE = Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan handphone. Dapat dihubungkan melalui Bluetooth maupun usb cable data. Kecepatan mulai dari 64Kbps – 2Mbps.
  4. kabel UTP

  5. Saluran telepon
    Penggunaan saluran telpon ini juga diikuti dengan penggunan modem dial up.
  6. router

  7. Router
    Router yaitu perangkat yang berfungsi sebagai penghubung dua atau lebih jaringan maupun internet guna meneruskan data dari satu jaringan atau internet ke jaringan lainnya.
  8. LAN Card

  9. LAN Card
    LAN Card adalah perangkat yang berfungsi sebagai jembatan darikomputer ke sebuah jaringan komputer.

Seperti yang saya tuliskan di atas, untuk dapat melakukan akses internet, kita tidak bisa lepas dari modem, yang fungsi utamanya yaitu sebagai alat bantu yang memungkinkan komputer berhubungan dengan komputer lain melalui kabel telepon dengan mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan sebaliknya. Juga saluran telepon yang berfungsi untuk menghubungkan komputer ke internet melalui dial up connection.

Di samping kedua perangkat tersebut, ada satu lagi hal yang tidak kalah penting dari berbagai hardware akses internet, yaitu ISP. ISP adalah penyedia jasa pelayanan untuk berhubungan dengan internet. Kita dapat langsung mendaftar ke salah satu ISP yang ada di lokasi masing-masing, misalnya: Indosat, Moratel, atau Telkomnet.

binary number

Satu hal penting lagi yang patut kita ketahui mengenai internet yaitu Data Digital. Data digital adalah semua data yang terdapat pada komputer, data ini terdiri dari rangkaian angka 1 dan 0, atau lebih dikenal dengan bilangan biner, data digital ini pada umumnya disimpan dalam ruang penyimpanan yang berupa perangkat elektromagnetik, seperti optical drive, harddisk drive, dan lain lain.

Sekian penjelasan singkat tentang internet dari saya, semoga artikel ini dapat membantu anda.

Buka Semester Baru

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh :)

Mungkin bagi anda pembaca setia blog saya rada terheran-heran dengan ke-tumben-an cara saya membuka postingan baru dengan salam seperti yang tertulis di atas, tapi apa daya memang niat saya mengucapkan salam tidak lepas dari arti yang dikandungnya,

Semoga diberikan keselamatan atasmu, dan rahmat Allah serta berkahNya juga kepadamu

Jadi saya berharap semoga anda diberikan keselamatan, rahmat serta berkah oleh Allah Swt. Amiin…

Cukup penjelasan tentang salam, saya ingin mengabarkan kabar terbaru saya :D

Tanggal 4 bulan Desember, kelasku, tepatnya X-PPB SMAN 1 Sidoarjo melaksanakan kegiatan rapotan. Pagi itu, aku dan teman-teman sekelasku masuk seperti biasa. Datang pukul 6.15 (kayaknya lebih sih) memakai seragam olahraga. Sebenernya mapel olahraga ada di jam ke-3 sampai 4, tapi guruku menyarankan untuk langsung memakai seragam olahraga dari rumah biar jam olahraga nggak kepotong buat ganti seragam.

Di kelas, pelajaran mulai seperti biasa. Tak terasa bel berbunyi menandakan jam mapel olahraga tiba. Kami sekelas keluar ke lapangan seperti biasa. Materi olahraga hari itu adalaah… Lari Jarak Menengah. Yang harus kami lakukan dalam materi itu adalah lari memutari sekolah menembus suatu perumahan di belakang sekolah dengan total jarak 2400 meter, dan waktu yang diberikan adalah 17 menit.

Sebenernya aku nggak yakin kuat lari segitu. Apalagi dulu waktu penilaian lari 2,4 km di SMP nilaiku cuma 75, ngepres KKM yang memang 75. 8O Tapi mau nggak mau aku juga harus ikut lari, kalo nggak ya nggak dapet nilai.

Lalu aku bersiap, peluit pun ditiup, PRIIIIIIT!!

Sekejap aku berlari beriringan dengan teman-temanku yang lain. 800 meter pertama kulalui dengan berlari dengan semangat. 800 meter kedua, aku mulai merasakan lelah di kakiku. Jadi aku terpaksa lari-jalan-lari-jalan sepanjang jalan kenangan lintasan lari tersebut. 800 meter terakhir aku sudah kehilangan semangat dan tenaga :x kakiku sudah merasakan tanda tanda datangnya kram. Jantungku berdegup sangat kencang menandakan tubuhku sedang bekerja keras menempuh meter demi meter lintasan lari. Akhirnya karena nggak kuat, frekuensi jalan aku perbanyak sehingga perbandingan antara jalan dan lariku menjadi 3:1. :?

Aslinya aku tau kalo cara kayak gitu malah bikin capek tapi mau gimana lagi, kalo milih lari akunya yang nggak kuat, kalo milih jalan mah bunuh diri, ntar waktunya nggak cukup gimana? Jadi aku pilih setengah jalan setengah lari. :lol: (WARNING: jangan ditiru)

Sekitar 20 menit-an (nggak tau sih lebih atau kurang, pas itu nggak bawa jam), akhirnya kakiku menjejakkan kaki di sekolah. Yeeaaah, selesai sudah perjuanganku yang setengah-setengah tersebut. Aku pun segera kembali ke kelas dan ternyata sudah ada beberapa wali murid yang datang untuk mengambil rapor anak-anaknya tercinta dari kelasku. Sedangkan ayahku sendiri belum datang. Biasa orang sibuk. :roll:

Waktu aku mau ngambil seragam cokelat buat ganti, eh, guru BK-ku menyuruhku untuk membagikan jajan kotakan dan gelas air mineral beserta isinya kepada para wali murid yang hadir. Karena saya adalah murid yang baik dan sholehah, saya pun menyanggupi perintah tersebut. :)

Selesai membagikan kotak-kotak jajan dan gelas-gelas air, aku pun mengambil seragamku dan turun ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Tapi tak dinyana, tiba-tiba di kamar mandi aku merasakan pusing yang tak tertahan. Rasanya kepalaku begitu berat dan mataku terasa panas. Bahkan berdiri pun rasanya aku mau pingsan. Sebenernya aku mau cepat-cepat ganti dan kembali ke kelas untuk istirahat tapi semakin aku bergerak, semakin kepalaku berputar-putar. Kakiku pun bergetar dan mataku mulai berkunang-kunang. Aku mulai panik dan pikiranku berkata, gimana kalo aku nanti pingsan?? Jelek banget pingsanku, masa pingsan di kamar mandi? Mana baju baru ganti separuh juga…

Aku tiba-tiba teringat akan artikel yang pernah kubaca di internet, kalo nggak salah, kalau kita serasa akan pingsan, cepat ambil posisi jongkok, supaya aliran darah masuk ke otak dan otak tersuplai oksigen dengan baik. Dan akupun segera melakukan posisi tersebut. Eeh, ternyata manjur! Kunang-kunang di mataku mulai pudar dan kakiku berhenti bergetar. Meski kepala masih berat tetapi aku sudah bisa berdiri lagi. Lalu sesegera mungkin aku berganti seragam dan keluar kamar mandi.

Di depan kamar mandi temanku bertanya, “Kamu kenapa sov?”. Aku jawab, “Pusyiiiiing….”. Nggak gitu sih aslinya. :P Pokoknya aku langsung naik ke kelas dan duduk di antara teman-temanku. Ngomong-ngomong ayahku sudah datang lhoo… (penting nggak sih ini?)

Dalam acara pembagian rapor dan pengarahan tersebut, kami semua mendengarkan pengarahan dari seorang ahli psikologi dari universitas manaaa gitu. Dan selesai pengarahan, para wali murid beserta muridnya dipanggil satu persatu sesuai nomor urut untuk menerima rapor. Berhubung nomor urutku adalah 21 dari 22 siswa, jadi terpaksa aku menunggu untuk kedatanganmu ♫ giliranku dipanggil. Sembari menunggu itu, aku, Cilvia, Mbak Dea, Fathia, dan Nindy berfoto-foto narsis menggunakan kamera Fathia. :D

Sayang sekali foto-foto tersebut tidak bisa kumasukkan ke postingan ini karena memang foto-foto tersebut tidak cocok menjadi konsumsi publik.

Beberapa saat kemudian, raporku pun diberikan. Bagaimana hasilnya? Keseluruhannya bagus, hanya 2 mata pelajaran yang kurang, yaitu PKn dan fisika. Hahaha, memang saya bukan warga negara yang baik. Tapi meskipun kurang, alhamdulillah semuanya di atas KKM. Jadi, kesimpulannya, aku tetap berada di kelas akselerasi untuk semester selanjutnya! :mrgreen:

Trus, trus, sebenernya ayahku tanya ke wali kelasku tentang ranking rapor sekelas. Tapi ternyata guruku tidak meranking karena alasan yang memang masuk akal sih, jadi ayahku nggak bisa maksa. Tapi anak-anak memang penasaran jadi akhirnya kami meranking sendiri nilai rapor kami.

Dan ternyata aku mendapatkan ranking

SATU

Seneeeeeeeng banget rasanya! :D

Soalnya selain bisa dipamerin ke orang tua, juga bisa dipake buat nagih hadiah yang sudah dijanjikan ayah-ibuku sejak pertengahan semester. Perjanjian itu kira-kira begini bunyinya:

Jika anda masuk ranking 5 besar di kelas waktu pembagian rapor nanti, maka anda akan mendapatkan sebuah HP baru untuk mengganti HP lama anda yang sudah agak rusak. Jika tidak, maka anda kurang beruntung. Silahkan coba lagi.

Alhamdulillah, aku termasuk orang-orang yang beruntung di muka bumi ini karena masuk 5 besar. Ranking 1 lagi! *pamer* Jadilah saat ini saya menenteng sebuah benda baru yang masih mengkilap dan ngejreng setiap hari kemana-mana, dimana-mana. Inilah dia….

si merah merona

Sebenernya waktu beli itu, ayahku nawarin Aino sama merk Blackberry, tapi harganya gak nahan iiih…. Meski ditawarin tapi aku mikir-mikir dulu lah, cuma hadiah 5 besar aja sampe 3 jutaan. 8O Jadi akhirnya aku pun memilih si merah ini, J20i alias Hazel. Fiturnya cukup lengkap, apalagi kameranya sudah 5 MP, udah termasuk bagus buat kamera HP, apalagi HP ini harganya nggak sampe 2 juta, jadi mesti sujud syukur dapet HP macem ginian. :cry: *terharu*

Kembali ke kabar rapor kelasku tadi, dari hasil rapor yang diperoleh teman-teman sekelasku, ternyata seluruh 22 orang anak manusia dari kelasku ini dinyatakan LOLOS dan tidak ada yang turun dari kelas akselerasi. Senangnyaa! :D

Soalnya gimana ya, kami sekelas sudah merasa betah dan nyaman dengan keadaan kelas saat ini. Jadi kalau misalnya ada anak yang turun, pasti nggak ada yang merasa nggak kehilangan. :cry: Jadi untuk semester selanjutnya, aku dan teman-temanku akan berusaha sekuat-kuatnya untuk tetap bertahan di kelas ini, dan semoga pada pembagian rapor berikutnya tidak ada seorangpun yang meninggalkan kelas tercinta ini. Amiin…

Sekian kabar dari saya, jangan bosan-bosan menunggu kabar selanjutnya di postingan selanjutnya. ;)

Dongeng Tak Berjudul

Entah dapet ide dari mana tiba-tiba malam ini aku meluapkan emosi dengan cara menulis cerita. Meskipun tugas seni rupa masih belum kelar, tapi kalau perasaan yang bergejolak ini tidak segera ditumpahkan, pasti tugasku jadinya nggak karu-karuan. Jadi, inilah dongeng-dongengan tak berjudul saya…

maaf sebelumnya, no pic :o ops

Once a time, there was a duck that have so much friends. She played, talked, all the day with the other ducks. The duck liked to tell jokes to their friends. That’s what makes the duck’s friends like her.

But one day, this duck met a swan. A very beautiful swan. And the swan was all alone. The duck liked this swan and wanted to befriend him. But her friends forbade her to get near the swan. There was a part of the swan that the other ducks don’t like.

So, what’s the duck going to do? She presumed to do what she wants. And she finally befriended the swan. The swan told her anything he felt. The duck never got bored of the swan’s stories. But in return of it, the duck’s friends were avoiding the duck. But the duck didn’t really have a matter of it. She tought, “As long as I and swan are friends, anything doesn’t matter to me“.

But, secretly, there were some of the duck friends that didn’t hostile the duck. They were the duck’s bestfriends. But they always warned the duck to keep in distance with the swan.

The duck became so confused. She didn’t want to lose her friends but she didn’t want to lose the swan too.
As time goes on, the duck just let her friendships flow. She still befriended the other ducks but she didn’t leave the swan. She didn’t aware that one of her friendship must be ended.

And the end comes true. The swan left the duck when he found new friends. The duck felt sad when she realize that their friendship has been ended. She felt lonely all the day until the duck’s friends came back to her. They were really happy when hearing that the duck is not the swan’s friend anymore. They befriended again. They played, talked, sang songs together.

The ducks thought about it all again. She thought that condition is better than before. But she couldn’t feel the happiness in that condition. She didn’t know is she feel happy with her ducks friends, or sad being left by the swan. But actually, that’s not the point. The duck had all her friends around her, and so did the swan with his new friends. Nice, isn’t it?

Gimana? Mungkin endingnya rada gak jelas yah. Maaf sekali lagi.. Selain karena kisah ini diilhami dari kisah nyata, juga nggak ada inspirasi buat mengakhirinya. Kapan-kapan aku buat cerita lain yang endingnya lebih jelas deh. Sekarang mau ngelanjutin tugas seni rupa. Bye!

Sindir Menyindir

Eh, Cewek! Sadar dong sama kelakuanmu selama ini yang bikin semua orang ENEG lihat kamu!

Kalimat di atas saya ambil sendiri dari status Facebook teman lama saya yang muncul di home facebook saya beberapa menit yang lalu. Sebenarnya sindiran semacam itu tidak jarang saya temukan di status teman-teman FB saya baik itu teman sekolah, teman SD, bahkan teman sekelas juga. Biasanya status seperti itu ditujukan pada seseorang yang mungkin mereka menyimpan dendam atau amarah, atau untuk menunjukkan rasa ketidaksukaan terhadap pihak tersebut.

Tetapi untuk apa mereka harus membuat sindiran semacam itu? Apa fungsinya?

Sindiran merupakan sebuah ekspresi ketidaksenangan terhadap seseorang/suatu pihak yang dilayangkan secara tidak langsung. Jika kita merasa sebal atau tidak senang pada sesuatu, kita dapat mengungkapkan ketidaksenangan itu melalui kata-kata seperti sindiran. Masalahnya, belum tentu orang yang kita sindir itu menyadari kalau kata-kata yang kita lontarkan itu ditujukan padanya.

Ya, kalau orang yang kita sindir itu peka terhadap keadaan sekitar. Jika tidak? Maka ekspresi ketidaksenangan kita terhadap orang itu tidak akan tersampaikan. Orang yang kita tidak sukai akan tetap berlaku seperti biasa –kelakuan yang kita tidak suka–. Kalau sudah seperti itu, apakah yang terjadi?

Tentu kita akan semakin sebal dan risih terhadap orang itu dan bisa saja setiap kali teringat orang itu, mood kita akan rusak dan menganggu kegiatan sehari-hari. Nah, sekarang bukankah kita sendiri yang merugi atas sindiran itu?

Berbeda lagi jika orang yang kita sindir menyadari kalau ada orang yang tidak suka terhadap kelakuannya. Disini, dua kemungkinan akan terjadi.

Yang pertama, orang yang disindir ini akan sadar bahwa sikapnya ini membuat jengkel orang lain. Dalam hati ia bertekad merubah dirinya agar dapat diterima orang di sekitarnya. Dan masalah pun tuntas. Ia berubah, kita pun senang. Namun, ini baru jika kemungkinan pertama yang terjadi.

Kemungkinan yang kedua, orang yang disindir ini sadar kalau dirinya dikata-katai orang tanpa disebutkan namanya. Lalu, ia bisa saja merasa tersinggung dan balas menyindir orang yang awalnya menyindirnya. Lama kelamaan bibit permusuhan pun tumbuh. Kita yang memang tak suka dengan kelakuannya dan dia yang tak senang dengan cara kita menyindirnya. Hal ini akan menimbulkan perpecahan dan masalah pun bertambah rumit.

Pikirkan, efek negatif ternyata lebih berpeluang besar daripada efek positif dari sebuah sindiran. Mulai dari terancamnya hubungan sosial antara diri kita dengan orang lain, juga sebuah sindiran yang tak tersadari oleh yang disindir justru membuat kita ‘makan hati’. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?

Coba bandingkan, mana yang lebih baik antara menyindir dengan kita mengatakan ketidaksukaan kita secara langsung pada orang yang bersangkutan? Mungkin anda lebih memilih menyindir karena hal itu dirasa lebih mudah dilakukan. Eits, pikirkan lagi!

Berterus terang tentang perasaan kita terhadap orang lain itu membutuhkan nyali yang besar. Tetapi hasil akhirnya sebanding dengan perjuangan yang kita lakukan. Dengan berkata jujur pada orang yang kita tidak suka, maka pesan kita akan dengan segera tersampaikan pada orang tersebut. Dia pun akan meminta maaf atas kelakuannya dan berubah, masalah pun tuntas!

Mengapa tidak menyindir saja? Orang yang banyak akal mungkin akan menjawab: “Saya tidak bodoh, untuk apa mengorbankan harga diri demi merubah sikap orang?“. Banyak akal belum tentu cerdas. Ingat, sindiran itu identik dengan pengecut, tidak berani mengungkapkan perasaan langsung, hanya bisa berkata-kata di belakang. Apakah anda mau disebut pengecut? Tidak, kan?

Karena itu, jika kita memiliki suatu perasaan sebal, tidak suka, atau benci terhadap seseorang, mengapa tak mencoba untuk berterus terang padanya? Dengan berterus terang, orang akan menilai kita sebagai orang yang jujur, pemberani dan tentu saja, bukan pengecut. Dan lagi, kemungkinan hubungan kita dengan orang itu membaik akan semakin besar.

Nah, sekarang tinggal anda sendiri yang menentukan, tetap mengeluarkan sindiran-sindiran pada orang ataukah berkata jujur tentang hal-hal yang tidak anda suka pada orang lain?

Pilihlah mana yang dirasa terbaik bagi anda! :D

Next Page »


Penulisnya

Saya Sovira Maris Sabrina, boleh dipanggil Sovira. Umur saya 14 tahun. Sekarang sekolah di SMAN 1 Sidoarjo tepatnya kelas XI-PPB alias XI-aksel. Tinggal di sebuah rumah di salah satu perumahan Sidoarjo bersama keluarga tercinta.

Silahkan lihat-lihat atau baca-baca blog saya yah.

P.S. Maaf kalo tulisan saya jelek atau tidak cocok di hati anda. Mohon maklum saya masih anak kecil. :)

Twitter

Follow sovira12 on Twitter

Kalender

January 2012
S M T W T F S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.