Halo, Kamu?

Salam rindu buat kamu,
Kawan SMA-ku.

Ya, salam di atas itu salam khusus dari aku. Karena aku tahu, bukan cuma aku yang merasa rindu. Dia, salah seorang mantan kekasihmu yang namanya selalu bikin jengkel tiap kali aku dengar orang lain menyebut, juga ‘diam-diam’ merindukanmu. Meski kalau kulihat dari berbagai update-an statusnya, ternyata rindunya tak sediam rinduku.

Kuakui, aku merasa kagum sekaligus heran, bagaimana bisa kamu yang hanya seorang cowok biasa (aku sengaja tidak menyebutmu ‘laki-laki’) dapat membuat gadis-gadis tanpa alasan memikirkanmu. Termasuk aku. Padahal, jika aku pikir-pikir, kamu begitu susah ditebak. Senang bermain-main dengan keseriusan. Memulai dengan keisengan, berakhir meninggalkan hati yang sakit karena terlanjur berharap. Yang aku takutkan, aku hanya salah satu hati dari hati-hati yang merasa seperti itu.

Jujur, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Ini lucu, se-menyebalkan apapun kamu, tetap saja rindu ini menawarkan namamu. Bahkan aku sendiri pun terheran, bagaimana bisa kamu begitu pantas untuk kurindu?

Jika kamu membaca ini, aku yakin kamu bakal tertawa-tawa melihat betapa seorang perempuan ternyata dalam diamnya memikirkanmu. Atau kamu hanya tersenyum sipu, merasa dirindukan, merasa sedikit bangga atas dirimu? Mungkin juga kamu terdiam. Tak bergeming. Merasakan desir di darahmu yang membuatmu sadar, ada sesuatu di hati kecilmu yang ternyata diam-diam juga merindukanku. Ah, semoga tidak begitu. Jikalau memang seperti itu, aku pasti akan sangat marah atas ke-diam-anmu.

Aku memang agak egois. Merasa berhak untuk mendengar setiap orang yang menyimpan rindu padaku, tapi juga merasa berhak untuk menutup kuat-kuat rindu yang kusimpan untukmu. Mau bagaimana lagi? Bukannya gengsi, bukannya malu. Tapi rasa rindu yang semakin hari semakin membesar ini ternyata juga menciut dihantui rasa takut. Banyak hal yang menakutkanku untuk menyampaikan rindu ini. Takut jika kau ternyata menertawakanku? Itu hanya sekeping dari gunungan ketakutanku.

Tapi, hey, setidaknya aku telah sedikit membocorkannya kerinduanku melalui surat ini, ‘kan? Meski aku berharap–sangat berharap–kamu tidak menyadari bahwa aku sudah menulis semua ini. Jika kamu menyadaripun, aku berharap kamu tidak paham bahwa kamulah tujuan dari surat ini. Jika ternyata kamu sadar ini semua tertulis untukmu, (apa boleh buat?) tak apalah, setidaknya sekarang kamu sedikit tahu.

Dari gadis yang takutnya mengalahkan rindu,

Sovira M. S.

Tagged: , , , , , , ,

6 thoughts on “Halo, Kamu?

  1. Rahadian January 18, 2013 at 1:30 pm Reply

    Siapa itu?๐Ÿ˜ฎ

    • Sovira January 18, 2013 at 1:31 pm Reply

      Udah ditulis gitu lho, temen SMA.๐Ÿ˜›

  2. Ageng January 18, 2013 at 5:19 pm Reply

    cieee, lanjutkan cop.

    • Sovira January 18, 2013 at 5:30 pm Reply

      Aduh, di-cie-in๐Ÿ˜†

      • Ageng January 18, 2013 at 7:11 pm

        *jadi malu*

  3. ruben January 19, 2013 at 7:38 pm Reply

    wah.. bagus cop๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s