Rapotan Semester 4, XI Akselerasi, SMAN 1 Sidoarjo

Sedikit curhat di awal bulan. Kemarin, (sebenernya 3 hari yang lalu sih) kelasku tersayang, XI-PPB alias 11 akselerasi SMAN 1 Sidoarjo, habis rapotan semester 4. Gimana perasaanku? Deg-degan kah? Enggak. Nggak tau kenapa pas detik-detik penerimaan rapot itu aku merasa biasa aja. Apalagi pas hari H, ternyata yang ngambil rapot cuma wali murid. Anak-anak pada nggak diikutin ngambil rapot kayak biasanya. Alhasil semua anak di kelasku berubah 100% jadi pengangguran berseragam putih abu-abu.

Lalu, sebagai anak-anak dengan otak yang luar biasa dan jiwa luar biasa, apa yang kami lakukan di jam-jam luang saat itu? Belajar? Salah besar. Kami rujakan.

Iya, rujakan. Jadi, beberapa dari kami sudah nyiapin mangga, nanas, timun, apel, sampe sambel-sambelnya pun lengkap. Krupuk pun sudah siap buat jadi bahan rebutan satu kelas. Ada juga yang nyiapin makaroni schotel dari rumah. Pokoknya rasanya bahagia banget laah.. *nangis haru*

Sayangnya, aku cuma kebagian krupuk 2 biji setelah menanti pembukaan acara rujakan itu dengan sabar. Rasanya.. menyesakkan.

Terus, terus, gimana isi rapotku?

Alhamdulillah, rata-rata masih wajar dibilang bagus. Ada beberapa nilai mata pelajaran yang turun, ada pula yang naik. Nilai PKnku naik dari 83 jadi 89, Bahasa Inggris naik dari 89 jadi 91, Matematika naik dari 77 jadi 82, TIK naik dari 87 jadi 94. Dan sepertinya ini juga karena faktor pergantian guru juga sih. Hehehe…

Tapi sayangnya nilai yang turun juga ada. Contohnya Bahasa Jepang, Mulok, dan Seni Rupa. Jujur aja, aku paling eman sama nilai keseniaaaan.. Dari yang semester lalu 97, semester ini jadi 86. Ya, 86. Turun 11 poin itu mengenaskan banget nggak siiiih.. Dan ini kelihatannya dari faktor guru juga. Nggak pas memang, dari guru yang dermawan dalam memberikan nilai langsung ganti ke guru yang jual nilai semahal Porsche. Emang nggak semahal gitu sih, tapi tetep aja meraih nilai 90 dari guru itu susahnya kayak.. kayak berusaha meraih nilai 90 dari guru yang jual nilai semahal Porsche!

Tapi, aku qana’ah aja. Syukur-syukur lah rata-rata nilai meningkat dibanding semester lalu, meski cuman se-uprit, setidaknya nggak ada rata-rata nilai yang turun tiap semesternya. Dan semester ini, semester penentuan dimana grafik nilaiku bakal dipertimbangkan buat lolos SNMPTN jalur undangan nantinya. Memang kata guruku masuk jalur undangan itu untung-untungan aja, tapi berusaha nggak ada salahnya, kan?

Dan yang paling penting, sekarang aku resmi menjadi murid kelas 12. Which means, aku sudah nggak bisa sesantai semester lalu lagi. Santai sih bisa, tapi nggak begitu dianjurkan. Secara, tahun depan, yang udah nggak bisa dihitung tahun lagi, aku harus meluluskan diri dari sekolah tercinta ini, SMAN 1 Sidoarjo. UNAS, SNMPTN, dan ujian-ujian buat masuk PT sudah bersanding di depan mata, menanti untuk ditaklukkan. Siap ataupun nggak siap, tapi aku sudah pasti bakal menemui mereka dalam beberapa bulan ke depan. Aku memohon doa pada semua orang yang pernah membaca kalimat ini. Doakan saya sukses menjalani semua ini. Amiiin….

Ngomong-ngomong, hari penerimaan rapot kemarin, aku juga nerima hasil tes psikologi beberapa minggu sebelumnya. Dan, bukan sulap bukan sihir, ternyata IQku naik dari hasil terakhir tes (tes masuk aksel tahun lalu) yang 151, kemarin di lembar laporan itu IQku 160. (Jujur saja, sebenernya bagiku IQ itu nggak begitu berguna di kehidupan ini. Huahaha) Daaan, aku dianjurkan buat masuk ke Perpajakan STAN atau Pendidikan Dokter Unair. Entahlah, aku masih bingung buat milih jalan yang akan kutempuh tahun depan.

Orang-orang di sekitarku(ex. ayah, pak dhe) memang menginginkan aku masuk ke kedokteran. Dan aku nggak masalah buat ngikut keinginan mereka. Lagian tujuanku satu, membahagiakan orang-orang di sekitarku. Tapi, yang paling aku takutkan: Nggak keterima.

Aku benci mengecewakan orang lain. Aku benci ngasih harapan buat mereka, tapi ternyata nggak kesampaian. Entah, aku kadang masih ragu sama kapasitasku. Membayangkan berapa jumlah sainganku di luar sana buat masuk PT itu udah lumayan bikin merinding. Apalagi ke kedokteran. Aku kadang heran kenapa orang-orang mengharapkan aku buat masuk ke jurusan yang peminatnya selangit dibanding ke jurusan yang meyakinkan bagiku untuk diterima.

Memang semua jurusan-jurusan yang bertebaran di PT-PT di Indonesia (juga seluruh dunia) itu saingannya nggak sedikit, dan kalau aku mau maju, aku harus berani menghadapi rintangan, kan? Dengan begitu, aku akan berusaha semampuku, tidak. Aku harus berusaha melebihi kemampuanku, agar bisa masuk ke ruang-ruang dengan pembimbing yang mengajarkan pendidikan dokter disana dan menjadi salah satu dari mahasiswa-mahasiswa bertitelkan kedokteran di punggungnya. Doakaaan😀

Tagged: , , , ,

7 thoughts on “Rapotan Semester 4, XI Akselerasi, SMAN 1 Sidoarjo

  1. adissaparamitha November 2, 2011 at 11:57 pm Reply

    syemangat kakak🙂 pasti bisa kok masuk kedokteran..
    kalo kamu masuk kedokteran UNAIR, kamu juga akan membahagiakan aku :p

    • Sovira November 3, 2011 at 4:37 pm Reply

      hahahaha aku tau motifmu u,u
      doakan dad😀

  2. Carolus Nurtyandi November 6, 2011 at 6:37 pm Reply

    Upil smangatt :)) wooo sama-sama berjuang yaa🙂😀 sering-sering puasa cop

  3. Intifaada December 6, 2011 at 7:30 pm Reply

    waah..ayo d copii…semngaaat goooo haha…

  4. rurimadani12 June 29, 2012 at 8:39 pm Reply

    semangat kaak😀
    salam kenal:mrgreen:

    • Sovira July 1, 2012 at 12:46 pm Reply

      iyaaa
      salam kenal juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s