Sindir Menyindir

Eh, Cewek! Sadar dong sama kelakuanmu selama ini yang bikin semua orang ENEG lihat kamu!

Kalimat di atas saya ambil sendiri dari status Facebook teman lama saya yang muncul di home facebook saya beberapa menit yang lalu. Sebenarnya sindiran semacam itu tidak jarang saya temukan di status teman-teman FB saya baik itu teman sekolah, teman SD, bahkan teman sekelas juga. Biasanya status seperti itu ditujukan pada seseorang yang mungkin mereka menyimpan dendam atau amarah, atau untuk menunjukkan rasa ketidaksukaan terhadap pihak tersebut.

Tetapi untuk apa mereka harus membuat sindiran semacam itu? Apa fungsinya?

Sindiran merupakan sebuah ekspresi ketidaksenangan terhadap seseorang/suatu pihak yang dilayangkan secara tidak langsung. Jika kita merasa sebal atau tidak senang pada sesuatu, kita dapat mengungkapkan ketidaksenangan itu melalui kata-kata seperti sindiran. Masalahnya, belum tentu orang yang kita sindir itu menyadari kalau kata-kata yang kita lontarkan itu ditujukan padanya.

Ya, kalau orang yang kita sindir itu peka terhadap keadaan sekitar. Jika tidak? Maka ekspresi ketidaksenangan kita terhadap orang itu tidak akan tersampaikan. Orang yang kita tidak sukai akan tetap berlaku seperti biasa –kelakuan yang kita tidak suka–. Kalau sudah seperti itu, apakah yang terjadi?

Tentu kita akan semakin sebal dan risih terhadap orang itu dan bisa saja setiap kali teringat orang itu, mood kita akan rusak dan menganggu kegiatan sehari-hari. Nah, sekarang bukankah kita sendiri yang merugi atas sindiran itu?

Berbeda lagi jika orang yang kita sindir menyadari kalau ada orang yang tidak suka terhadap kelakuannya. Disini, dua kemungkinan akan terjadi.

Yang pertama, orang yang disindir ini akan sadar bahwa sikapnya ini membuat jengkel orang lain. Dalam hati ia bertekad merubah dirinya agar dapat diterima orang di sekitarnya. Dan masalah pun tuntas. Ia berubah, kita pun senang. Namun, ini baru jika kemungkinan pertama yang terjadi.

Kemungkinan yang kedua, orang yang disindir ini sadar kalau dirinya dikata-katai orang tanpa disebutkan namanya. Lalu, ia bisa saja merasa tersinggung dan balas menyindir orang yang awalnya menyindirnya. Lama kelamaan bibit permusuhan pun tumbuh. Kita yang memang tak suka dengan kelakuannya dan dia yang tak senang dengan cara kita menyindirnya. Hal ini akan menimbulkan perpecahan dan masalah pun bertambah rumit.

Pikirkan, efek negatif ternyata lebih berpeluang besar daripada efek positif dari sebuah sindiran. Mulai dari terancamnya hubungan sosial antara diri kita dengan orang lain, juga sebuah sindiran yang tak tersadari oleh yang disindir justru membuat kita ‘makan hati’. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?

Coba bandingkan, mana yang lebih baik antara menyindir dengan kita mengatakan ketidaksukaan kita secara langsung pada orang yang bersangkutan? Mungkin anda lebih memilih menyindir karena hal itu dirasa lebih mudah dilakukan. Eits, pikirkan lagi!

Berterus terang tentang perasaan kita terhadap orang lain itu membutuhkan nyali yang besar. Tetapi hasil akhirnya sebanding dengan perjuangan yang kita lakukan. Dengan berkata jujur pada orang yang kita tidak suka, maka pesan kita akan dengan segera tersampaikan pada orang tersebut. Dia pun akan meminta maaf atas kelakuannya dan berubah, masalah pun tuntas!

Mengapa tidak menyindir saja? Orang yang banyak akal mungkin akan menjawab: “Saya tidak bodoh, untuk apa mengorbankan harga diri demi merubah sikap orang?“. Banyak akal belum tentu cerdas. Ingat, sindiran itu identik dengan pengecut, tidak berani mengungkapkan perasaan langsung, hanya bisa berkata-kata di belakang. Apakah anda mau disebut pengecut? Tidak, kan?

Karena itu, jika kita memiliki suatu perasaan sebal, tidak suka, atau benci terhadap seseorang, mengapa tak mencoba untuk berterus terang padanya? Dengan berterus terang, orang akan menilai kita sebagai orang yang jujur, pemberani dan tentu saja, bukan pengecut. Dan lagi, kemungkinan hubungan kita dengan orang itu membaik akan semakin besar.

Nah, sekarang tinggal anda sendiri yang menentukan, tetap mengeluarkan sindiran-sindiran pada orang ataukah berkata jujur tentang hal-hal yang tidak anda suka pada orang lain?

Pilihlah mana yang dirasa terbaik bagi anda!😀

Tagged:

One thought on “Sindir Menyindir

  1. R July 26, 2011 at 4:43 am Reply

    suatu pemikiran yang cukup bijak.
    setuju dengan tulisannya🙂
    keep posting..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s