Kepedihan yang Mendalam

Sungguh aku lelah menghadapi semua ini. Aku tak tahu harus kemana untuk melampiaskan emosi. Aku ingin keluar dari masalah ini. Aku tak tahan dengan semua tekanan ini. Mengapa tak ada yang peduli terhadapku???

Sebelumnya.. Warning!!! Curhatan panjang nan membosankan tanpa gambar!!

Huhuhu…πŸ˜₯ Maaf untuk intro yang dramatis, tragis dan sok puitis yah.. Sebenernya keadaan nggak seperti yang anda baca di atas kok. Maaf untuk yang sudah tertipu oleh monolog saya. Hehehe..

Memang aku lagi merasakan kepedihan yang mendalam dan tekanan-tekanan dunia luar yang membuatku jadi jarang nge-post postingan baru untuk blogku tercinta ini. Tapi kali ini aku sempetin aja biar blog ini nggak basi, busuk, mambu, dan istilah lainnya. Paling nggak aku pengen blogku ini menjamur, bukannya berjamur seperti kaki yang kudisan dan kena panu akut.

Begini para pembaca setia, aku lagi kena down syndrome yang lumayan parah. Bahkan aku sendiri gak ngerti apa arti istilah down syndrome tersebut.😦

Mengapa parah? Seberapa parahkah?

Biarlah aku mencurahkan semua yang membebaniku. Di liburan akhir semester ini, aku tidak bisa merasakan liburan yang sebenarnya. Liburan yang kudapatkan tidak dapat kuisi dengan kegiatan refreshing yang menyegarkan otak dan pikiran, melainkan penuh dengan problema hidup pelajar. Apa lagi kalo bukan tugas yang menumpuk dan memaksa pelajar untuk menghabiskannya dalam masa-masa liburan ini.

Aku ngerti kalo memang pelajar wajib mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru sekolah yang konon killer-nya gak bisa ditoleransi. Kalo bisa dikatakan, semua pelajar ngerti itu. Tapi apakah pengajar tersebut tak mengerti kami?? Pelajar juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati… (Seurius Band mode: ON) Pelajar itu manusia, perlu istirahat dan refreshing dari sekolah yang menjemukan.

Lagipula waktuku juga habis-bis-bis buat ngerjain tugas-tugas menggunung itu. Padahal sebenernya untuk pelajar kelas 3 SMP sepertiku perlu waktu lebih banyak untuk belajar, mempersiapkan UNAS yang semakin hari semakin dekat. (Katanya UNAS akhir bulan Maret lhoh) Apalagi waktuku menempuh masa-masa SMP ini bukan 3 tahun seperti kebanyakan pelajar lainnya, melainkan hanya 2 tahun! Cukupkah? Mampukah aku? Semoga mampu. Amiin…

Sesungguhnya aku gak kuat menerima beban mental dan fisik yang ditorehkan guru fisikaku ini. Mengapa beliau tega terhadapku?? Tak tahukah beliau atas kepedihan yang mendalam di dasar hatiku yang terdalam??

Aku memohon pada anda, Pak yang merasa saya maksud di postingan ini, — meski aku sadar, nggak mungkin beliau membaca postingan ini, — tugas yang anda berikan sungguh tak memberikan manfaat kepadaku, hanya menghabiskan waktu, tenaga dan uang. Berikan aku uang, paaak~~ (walah :oops:)

Beneran deh, aku nggak sanggup menyelesaikan tugas tersebut tepat pada waktunya. Bayangin aja, aku dititahkan untuk membuat ppt alias PowerPoint Presentation dengan materi bahan ajar fisika mulai kelas 7 SMP sampai kelas 9 SMP dalam Bahasa Inggris pula! (Kalo soal bahasa sih nggak seberapa masalah) Apalagi deadline cuma sampe akhir Januari ini..πŸ˜₯ Ngeliat kalender aja miris hatiku… (hanya beberapa jam lagi sampai deadline habis)

Namun apakah anda pembaca setia blogku menyadari, dalam kondisi kritis seperti ini sempet-sempetnya aku nge-post postingan ini? Yah alesannya karena aku nggak betah 4 hari 3 malam terus-terusan ngerjain tugas ppt fisika terkutuk itu, jadi aku kabur sebentar kesini untuk melampiaskan emosi jiwa yang terpendam ini.

Memang aku pengen banget nyelesain tugas itu, tapi apa daya tangan tak sampai..πŸ˜₯ Jadi aku hanya bisa terdiam, terduduk, merenung disini sambil berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Kalo mau bocoran isi doaku kira-kira seperti ini lah:

Ya Allah, berikan petunjuk-Mu padaku.. Kuatkan aku dalam menghadapi cobaan ini.. Dan berikanlah balasan yang setimpal pada semua yang telah dia lakukan terhadapku, Ya Allah.. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.. Kabulkanlah doaku Ya Allah.. Amiin ya Rabbal Al Amiin…

Sudah lah.. semuanya kuserahkan pada Yang Di Atas.. Semoga kepedihan yang mendalam ini cepat sirna. Amiin…

Tagged: , , , , ,

9 thoughts on “Kepedihan yang Mendalam

  1. brian February 1, 2010 at 6:33 pm Reply

    good . . .

  2. metha February 1, 2010 at 7:45 pm Reply

    SETUJU!

  3. Caesar February 1, 2010 at 7:48 pm Reply

    cuma disuruh ngomen….
    –‘

  4. nisha February 1, 2010 at 7:49 pm Reply

    gak cuma km aja chop yang kayak gitu.. aku juga merasakannya..
    hmm mungkin selama 2 tahun aku di SMP, liburan yang paling-sangat terindah-bebas adalah libur lebaran..

  5. cilipi February 1, 2010 at 7:51 pm Reply

    kereeennn….
    tumben kamu bisa buat kayak gini… :p

  6. Sovira February 1, 2010 at 8:03 pm Reply

    @brian
    sangkyu.. btw km pertamax lho. wkwkwk xD

    @metha
    YEAH!

    @Caesar
    weleh..
    makasih udah baca & komentar.. (baca gak sih??)

    @nisha
    betul betul betul..
    aku juga gitu..😦

    @cilipi
    thanks thanks..πŸ˜€
    geh, ngenyek..πŸ˜›

  7. ocha_BBF luverrss February 1, 2010 at 8:55 pm Reply

    kerend..πŸ˜€
    ak suka curhatanmu..πŸ™‚

  8. rizka February 1, 2010 at 9:10 pm Reply

    terharu ma (lebai),

    setuju aku !!

  9. antok March 14, 2010 at 4:22 pm Reply

    yang sabar ya. semua orang pasti bisa & kuat kalau tetap berusaha.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s