Pacaran, Status atau Hubungan?

Kali ini, aku akan membahas soal pacaran. Pacaran itu sudah bukan hal asing yang jarang ditemui apalagi di kalangan orang-orang berseragam yang sudah nggak bisa disebut anak kecil lagi, tapi dibilang dewasa juga belum.

Di usia-usia sepantaranku, pacaran itu bukan hal yang tidak lazim lagi. Maklum saja, sebagai remaja normal, jatuh cinta itu tidak bisa dihindari. Entah itu cinta sekedar cinta monyet ataupun cinta-cintaan. Nah, dari alasan ‘cinta’ inilah, biasanya muda-mudi ini melabelkan suatu hubungan pertemanan khusus yang istilahnya pacaran.

Kalau ditelisik lebih lanjut, sebenarnya pacaran itu sebuah hubungan atau sekedar ‘status’ belaka?

Umumnya, di kalangan remaja untuk bisa masuk dalam status pacaran, kedua belah pihak yang bersangkutan harus menetapkan suatu pernyataan yang memperjelas bahwa mereka ‘berpacaran’. Misal:

A: Aku cinta kamu. Maukah kamu menjadi pacarku?

B: Aku juga cinta kamu. Iya, aku mau jadi pacarmu.

A: Jadi, kita pacaran nih?

B: Iya, kita pacaran.

Dan jeng jeeeng, jadilah. Kejadian seperti itu  umumnya disebut “penembakan”. Dan prosesi itu paling normal diawali dari pihak cowok. Memang sudah kodratnya cowok itu mengejar dan mendapatkan. Tapi, tidak semua cowok memiliki nyali untuk menembak cewek idamannya.

Alasan: Takut ditolak.

Apalagi, kebanyakan cewek yang ditembak oleh orang yang tidak diharapkan, ujung-ujungnya menjauh dan muncul sedikit rasa ilfeel. Contohnya saya. Hehehe…

Cowok mana sih yang ingin hubungan pertemanan dengan cewek yang disukainya kandas begitu saja setelah menyatakan perasaannya? Sayang bukan? Eman, kan?

Lagipula, kalau misalnya seorang cowok dan seorang cewek memiliki perasaan yang sama, merasa nyaman satu sama lain, tidak ada orang kedua pada masing-masing hati mereka, dan gaya berteman mereka sudah seperti orang yang pacaran, lalu apakah mereka tidak bisa disebut pacaran? Meskipun tidak ada proses ‘peresmian’, tetap saja mereka bisa disebut pacaran. Meskipun tidak pakai embel-embel status pacaran, tetap saja mereka sudah pacaran. Istilah “hubungan tanpa status” pun menjadi sebuah mitos.

Kalaupun salah satu pihak tidak merasa sedang berpacaran, tentu saja ia akan lebih menahan hubungan mereka sebagai sekedar teman saja.

Berarti, berpacaran tanpa mendeklarasikan status itu sah-sah saja, bukan? Asalkan masing-masing pihak benar-benar memahami perasaan satu sama lain dan saling menjaga ‘komitmen’ di antara mereka.

Akan tetapi, hubungan seperti itu tanpa peresmian status juga dapat saja berbahaya.

Misal, seorang cowok dan cewek saling berteman. Sang cewek memiliki perasaan pada si cowok. Si cowok merasakan getaran-getaran perasaan dari si cewek. Meskipun ia tidak memiliki perasaan yang sama seperti sang cewek, ia berteman dengan sang cewek dengan gaya “lebih dari teman”. Karena sang cewek tidak mungkin menyatakan perasaannya, dia mengira si cowok itu juga menyukainya. Ia pun menganggap mereka berdua pacaran.

Tidak tahunya, si cowok sudah menyukai perempuan lain. Dia menembak perempuan itu dan kebetulan diterima. Si cowok pun meninggalkan sang cewek tadi tanpa rasa bersalah. Sebab, dia kan tidak pernah menganggap adanya hubungan khusus di antara mereka berdua. Kalau seperti itu, tentu sang cewek yang dirugikan, kan?

Pada akhirnya, soal penting-tidak pentingnya status dalam sebuah hubungan bergantung pada karakteristik setiap orang. Kalau sudah serius dan saling mempercayai satu sama lain, tentu saja label “pacaran” itu tidak perlu dipamer-pamerkan.

Tetapi penting juga mewaspadai orang yang berkemungkinan besar hanya mengambil keuntungan dari hubungan pertemanan “lebih dari teman” yang tidak terikat oleh status. Sebab, orang-orang tidak bertanggung jawab masih banyak yang berkeliaran bebas di planet ini.

Jadi, demi keamanan, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu hubungan yang sedang berjalan di antara anda dan teman yang anda anggap pacar agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Advertisement

7 Responses to “Pacaran, Status atau Hubungan?”


  1. 1 Ageng Bimapratama October 21, 2011 at 10:40 am

    kalau besok kita bisa maen petak umpet, kamu yang jaga ya? Biar aku yang sembunyi. Pasti mudah banget kok nemuin aku yang ngumpet di hatimu.
    ahahaha :D

  2. 3 Cahya October 23, 2011 at 10:31 am

    Ini zamannya ABG dulu :D .

  3. 5 apis October 28, 2011 at 11:18 am

    jadi teringat masa…masa indah waktu sma..oah…..senangnya……

  4. 6 Adissa November 3, 2011 at 12:02 am

    kakak, kalo aku ini apa? seorang jomblo yang memunyai pacar kah?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Penulisnya

Saya Sovira Maris Sabrina, boleh dipanggil Sovira. Umur saya 15 tahun. Sekarang sekolah di SMAN 1 Sidoarjo tepatnya kelas XII-PPB alias XII-aksel. Tinggal di sebuah rumah di salah satu perumahan Sidoarjo bersama keluarga tercinta.

Please welcome and enjoy your time!

Twitter

Follow sovira12 on Twitter

Kalender

October 2011
S M T W T F S
« Jul   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031