Misteri Di Balik Uang Kertas Rp2.000,00

Barusan aku pegang uang Rp2.000-an dan kuamati dengan seksama lembaran kertas tersebut. Eh aku baru nyadar kalo di belakangnya itu ada gambar 6 orang wanita yang sedang melakukan tarian tradisional Indonesia, yaitu tari dayak. Dari mana aja mbak??

Biasanya aku ngapalin uang itu cuma dari gambar depannya, tokoh yang mewarnai sejarah Indonesia, yaitu Antasari Azhar eh, Pangeran Antasari maksud saya… :oops:

Gak taunya ada gambar ini di belakangnya. :oops:

Sebenernya aku jadi kepikiran, jangan-jangan ada sesuatu di balik pemasangan gambar tari dayak di lembaran duit ini.. Jadi aku berusaha untuk menganalisa. 8-)

Dimulai dari tari dayak. Seluruh orang yang berkewarganegaraan Indonesia pasti tahu bahwa tari dayak berasal dari Kalimantan. Kalimantan Timur tepatnya. Gak tau kebangetan Apakah pemasangan gambar kesenian dari Kalimantan tersebut ada hubungannya dengan suatu keinginan pemerintah? Aku baca di Kompas kalau pemerintah memiliki misi untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta menuju ke Pulau Kalimantan.

Mungkinkah saking inginnya pemerintah pindah dari Jakarta yang sumpek bin panas menuju Kalimantan sehingga mereka memasang gambar tari dayak yang merupakan kesenian dari daerah Kaltim pada mata uang Rupiah? Bisa aja kali ya, ini kan hanya perkiraan & bayang-bayang yang menari di dalam otakku.

Tapi, bagaimanapun juga, uang Rp2.000,00 ini sangat berguna bagi nusa dan bangsa pelajar sepertiku. Bisa dipake fotokopi kisi-kisi UAS 20 lembar, bisa dipake print tugas di warnet 4 lembar, bisa dipake beli satu porsi nasi goreng dan segelas minuman segar di kantin (meski harus ngutang), dan lain sebagainya.

Nah, bagaimanakah pendapat anda tentang selembar uang Rp2.000,00 ini? :)

About these ads

Tagged: ,

13 thoughts on “Misteri Di Balik Uang Kertas Rp2.000,00

  1. kkh April 18, 2010 at 9:04 am Reply

    oalah timbang gak nulis apa lebih baik nulis asal asalan pokok nulis, ya kalok bisa lain kali nulis berbobot bermutu dan bisa dipertanggung jawabkan

    • Sovira April 18, 2010 at 12:45 pm Reply

      maaf, saya nggak asal-asalan nulis, ini blog opini saya, saya nulis bagaimana isi pikiran & pendapat saya.

      kalo anda kurang berkenan ya maaf aja, memang pola pikir anak kecil seperti saya beda sama orang dewasa. no offense.

  2. Sandy April 25, 2010 at 8:13 pm Reply

    Analisa yg bagus sov :D

    • Sovira April 25, 2010 at 8:14 pm Reply

      haha :D iseng doang kok

  3. ipoenk April 26, 2010 at 12:27 pm Reply

    Hebat..keren…Anak gadis seusia kamu udah memiliki pikiran yang cerdas…mampu menganalisa sesuatu yg memang membuat kmu penasaran…jarang lho ada yg seperti kamu…. menurut saya..walaupun kebenaran belum bisa dipastikan tentang analisa kamu… tapi saya acungkan 4 jempol buat kmu…. :)

    Nulis lagi ya…..:))

    salam sukses buat kamu

  4. Cendrawasih Panji August 21, 2010 at 3:46 pm Reply

    bukannya peresmian peredaran uang Rp.2000 kertas itu memang terjadi di Balikpapan ya? Lagipula, memang BI ingin mengangkat tema kalimantan pada saat itu.. Pangeran Antasari kan juga dari kalimantan…

  5. noe December 29, 2010 at 10:05 am Reply

    pangeran antasari itu dari kalimantan selatan dek, suku di kalimantan selatan itu suku banjar(kemungkinan bukan suku asli kalimantan, tapi dari suku pedagang yang singgah dan menetap di daerah kalimantan ratusan tahun lalu. hal ini terlihat dari perbedaan budaya yang jauh berbeda dengan kebudayaan dayak. lebih condong ke melayu daripada kebudayaan dayak.) sementara suku dayak merupakan suku asli kalimantan yang terdiri dari macam-macam suku (seperti suku dayak ngaju, dayak menytawai, suku dayak ot danum, dll)dan tersebar di seantero kalimantan(termasuk kalimantan utara/serawak malaysia, kecuali di sebagian kalimantan selatan yang merupakan wilayah suku banjar. jadi kurang tepat klo suku dayak dibilang asli dari kalimantan timur. sama seperti suku jawa yang bukan dari jawa tengah saja, karena jawa timur juga suku jawa asli).

    sementara tarian yang ada di baliknya, wa kurang jelas tari apa. mungkin ini gabungan antara tari giring-giring, tapi ada bawa tongkat yang lebih menyerupai tari buat pesta panen.

    overall, tulisan yang bagus tuh. blog juga kan tempat menyuarakan opini kita.

  6. nur sadi January 23, 2011 at 10:47 pm Reply

    sebagai manran guru, sy saluut dengan bakat tulisan and analisamu. Lanjutkan, semangat, and jangan patah arang karena keisengan orang2 yang suka iseng…barvo untukmu

  7. kira February 5, 2011 at 3:20 pm Reply

    itu tidak masuk akal

    • Sovira February 5, 2011 at 6:36 pm Reply

      iya, memang pralogis.

  8. tomtom October 7, 2011 at 12:09 pm Reply

    saya sependapat dengan Noe,,,satu hal,dayak bukan hanya d Kaltim,dayak d seluruh pulau kalimantan sampai d Malaysia juga,,,

  9. Galih October 28, 2013 at 11:16 am Reply

    apapun itu, pasti ada maksud dan tujuannya,,,
    terus berusaha untuk menganalisa,,

  10. arini March 7, 2014 at 10:39 am Reply

    keren,kreatif&inivatif
    andai aja akk punya pikiran seluas kak sovira……!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s